Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Saturday, May 30, 2009

Menunggu pagi...

Kayak judul lagunya Peterpan aj..hehe...,
ngomong-ngomong tentang menunggu pagi, bnyak hal deh bisa kita lakuin dalam menyambut fajar baru, menyambut hari esok yang lebih baik. Salah satunya adalah menunggu ayam berkokok.

Loh kok, hal iseng klo ini ya :) tapi bagi ayam ini merupakan suatu tugas mulia yang patut kita apresiasi, Hehe..
Selain hal diatas masih banyak hal yang bermanfaat lain yang bisa dilakukan. Kalian cari sendiri aj deh... He :)
Keep Spirit today!!

[+/-] Selengkapnya...

Teman


Teman atau bisa juga kawan. Baik yang telah melalui proses pertemuan atau bisa juga tidak. Yang melalui proses pertemuan biasanya telah bersama-sama di suatu masa, bisa juga bertemu di suatu tempat. Ada kalanya teman itu mempunyai kesan dengan kita, ada pula yang tidak berkesan. Itu semua tergantung dari timbal balik keduanya. Ketika dihadapkan pada suatu perpisahan dengan teman atau kawan kita. Tentunya terkadang merasa kehilangan. Hanya memori-memori kecil yang terlintas saat sudah berpisah. Yang berharap suatu saat bertemu lagi di lain tempat dan lain masa. Tentunya dengan kondisi yang berbeda.

Sedangkan yang tidak melalui proses pertemuan. Adalah yang menjadi tren akhir-akhir ini. Ketika era Teknologi Informasi sekarang ini, era Internet yang tidak membatasi jarak, ruang dan waktu. Kita bisa berhubungan dengan siapa pun di seluruh dunia dengan media internet. Fasilitas web social networking salah satunya. Dimana kita dapat berkenalan dan berinteraksi untuk mendapatkan teman baru. Selain itu kita pun bisa bertemu teman-teman lama kita yang telah berpisah dengan media ini.

Untuk yang kembali bertemu dengan teman lama, terkadang pertemuan itu tidak seperti yang diharapkan. Entah karena sudah lama tidak bertemu, atau merasa sudah memiliki teman yang lain, bisa menjadi salah satu penyebabnya. Tapi, ya sudah lah.. Setidaknya ada sedikit kebanggaan. Yaitu bisa/ pernah menjadi teman dari bagian cerita hidupnya yang dapat menjadi inspirasi kita.

[+/-] Selengkapnya...

Monday, May 18, 2009

Antara beban dan kewajiban


Beban merujuk dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bisa berarti sesuatu yg berat (sukar) yg harus dilakukan (ditanggung). Namun juga berarti kewajiban. Mengingat korelasi keduanya yang sangat amat berhubungan. Beban yang berat dan harus ditanggung itu akan menjadikan seseorang terlecut untuk lebih baik. Dan suatu beban menjadikan kewajiban untuk lebih baik itu muncul. Yang terpenting adalah bagaimana agar suatu kewajiban tidak membebani diri kita sendiri.

[+/-] Selengkapnya...

Thursday, March 12, 2009

Jangan salah memilih pemimpin

Sebuah pesan moral:

” Anakku, lihatlah stupa di puncak candi itu, manis dan indah bukan? tetapi ketahuilah, bahwa stupa itu tak kan berada di puncak candi jikalau tidak ada batu-batu dasar yang mendungkungnya. itulah ibaratnya rakyat jelata, itulah gambaran para budak dan hamba sahaya para raja. Oleh sebab itu, jikalau Tuhan memang mentakdirkan dirimu menjadi raja, janganlah kau lupa kepada rakyat jelata yang menaikkan dirimu ke atas puncak dari segala puncak kemegahan kerajaan warisan nenek moyangmu.Cintailah dan hargailah sesamamu, terutama rakyatmu yang menderita dan memerlukan uluran tanganmu”.

“Ayah dan bunda, mohon ampun bila keputusan saya tak sesuai dengan keinginan ayah-bunda, namun demi pertimbangan kemanusiaan: saya berkeberatan untuk menerima mahkota dan singgasana kerajaan”.

“Bagi saya tidaklah penting siapa yang duduk di atas singgasana dan menjadi raja, sebab kunci pelepas kesengsaraan kaum pribumi, yaitu seluruh bangsa kita tidak terletak pada soal: siapa yang menjadi raja, namun jawaban atas satu pertanyaan: Siapakah yang mau berjuang membebaskan bangsa kita dari kemiskinan, kebodohan, keruwetan dan segala permasalahan ini”.

Pesan yang bagus untuk mengingatkan kita menjelang diadakannya Pemilu. Namun bagi saya, yang terpenting dalam memilih pemimpin, haruslah memilih pemimpin yang meneladani sifat-sifat rosululloh Muhammad SAW, juga menjadi pemimpin yang di-filosofi-kan saat melakukan sholat. Dimana sebelum melakukan sholat kita wajib mensucikan diri dari berbagai kotoran najis, kemudian mengutamakan niat utama yang ikhlas demi memperoleh ridho Allah SWT semata dalam mengerjakan sholat (Niat melakukan Sholat apa kita??) kemudian mengerjakan rukun-rukun dalam sholat secara tertib, apabila kita ditengah perjalanan sholat kita batal maka haruslah mau mundur meskipun hanya antara kita dan Allah SWT yang tahu. Dan masih banyak lagi yang terkandung dalam sholat. Selain itu,

Dalam hadist yang Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. berkata,
Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa memilih seseorang menjadi pemimpin untuk suatu kelompok, yang di kelompok itu ada orang yang lebih diridlo’i Allah dari pada orang tersebut, maka ia telah berkhianat kepada Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman.”

Subhanallah, memilih pemimpin tidaklah perkara sederhana, ia merupakan hajat besar kehidupan manusia. Memilih pemimpin tidak sekedar perkara cabang dalam agama, namun bagian dari masalah prinsip.

Dalam komunitas kecil saja, memilih pemimpin harus bertanggung jawab, apalagi memilih pemimpin untuk mengurus suatu Bangsa, Propinsi, Kabupaten dst. Demikian pula pada Pemilu 2009, dimana merupakan pesta rakyat dalam memilih pemimpin yang akan menentukan nasib dan arah bangsa ke depan.

Sungguh, penisbatan berkhianat kepada Allah swt, Rasul-Nya dan kaum mukminin, merupakan ancaman keras bagi siapapun yang tidak bertanggung jawab dalam memilih pemimpin.

Untuk itu saudaraku, agar kita terhindar dari ancaman ini, marilah kita perbanyak informasi, pengetahuan terhadap calon-calon pemimpin yang ada, untuk selanjutnya kita pilih sesuai hati nurani kita. Dan Kita berlindung kepada Allah swt, agar tidak termasuk dalam katagori ancaman hadits ini. Amin Yaa Rabbal ‘Aalamin. Allahu A’lam.

sumber: alangalangkumitir,dakwatuna.com, aQdw.

[+/-] Selengkapnya...

Sunday, January 11, 2009

Belajar Laksana Air...


“Men are soft and supple; dead, they are stiff and hard. Plants are born tender and pliant; dead, they are brittle and dry. Thus whoever is stiff and inflexible is a disciple of death. Whoever is soft and yielding is a disciple of life. The hard and stiff will be broken. The soft and supple will prevail.”

(Manusia itu lembut dan luwes; yang mati itu kaku dan keras. Tanaman dilahirkan lunak dan lentur; yang mati itu rapuh dan kering. Maka siapapun yang kaku dan tidak fleksibel adalah murid dari kematian. Siapapun yang lunak dan mengalah adalah murid dari kehidupan. Yang keras dan kaku akan hancur. Yang lembut dan luwes akan menang.)

- Lao-tzu -
Dalam buku saya “Becoming a Magnet of Luck : 10 Faktor yang Menjadikan Anda Magnet Keberuntungan” disebutkan bahwa fleksibilitas, kelenturan atau keluwesan merupakan salah satu faktor yang menjadikan seseorang lebih beruntung dalam kehidupannya dibandingkan dengan orang yang kaku dan terpaku. Yang lentur akan menang, yang kaku akan kalah dan mati, seperti kata Lao-Tzu berabad-abad yang lalu. Apalagi di zaman yang begitu cepat berubah ini, kelenturan menjadi semakin penting agar kita bisa tetap bertahan dan bertumbuh (survive and grow).

Lalu apa sih fleksibel itu ? Secara sederhana, fleksibel berarti lentur, luwes, bisa diganti-ganti, tidak kaku, mudah menyesuaikan diri. Tetapi lentur bukan berarti plin plan atau tak punya pendirian, melainkan lentur yang tegas atau dengan kata lain mudah menyesuaikan diri namun tetap asertif dan berwibawa.

Menurut pendapat saya, ada tiga dimensi fleksibilitas yang bisa terjadi. Yang pertama, kita perlu tetap fleksibel terhadap keinginan, tujuan atau sasaran yang telah kita canangkan. Tujuan atau sasaran yang telah kita rencanakan bukanlah ‘harga mati’ yang tidak boleh ditawar, walaupun pada hakekatnya lebih baik kita memiliki tujuan yang jelas dalam hidup ini dibandingkan dengan tidak memiliki tujuan sama sekali. Artinya goal setting atau well formed outcome harus tetap memperhatikan flexibility.

Fleksibilitas yang kedua adalah kita perlu fleksibel dalam hal cara atau strategi mencapai tujuan tertentu. Dengan kata lain, tujuannya tetap sama tetapi caranya bisa kita ubah-ubah. Bila cara A tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya, maka cobalah cara B, begitu seterusnya.

Sedangkan dimensi yang ketiga, kita perlu fleksibel dalam arti fisik kita, penampilan kita atau keadaan fisiologis kita. Fleksibilitas secara fisik berarti kita rileks, tidak tegang, tidak stress, kalem, ‘mengalir’ dengan lentur, santai tapi serius atau yang sejenisnya.

Air adalah contoh yang paling sempurna dari suatu kelenturan. Ketika ia mengalir secara normal di sungai, ia mengalir dengan penuh kelenturan. Ia tidak pernah memaksa batu karang agar minggir meninggalkan tempatnya. Ia tetap membiarkan sebatang pohon tetap berdiri tegak dengan akar-akarnya. Ia juga tak terlalu peduli dengan penghalang-penghalang yang lain. Namun air tetap mengalir dan bisa mencapai tujuannya. Ia berhasil melewati semua penghalangnya.

Air begitu lentur. Ia bisa meresap ke dalam tanah, pori-pori kayu, lapisan kertas, udara dan masih banyak yang lain.

Ia bisa sangat cair, lunak dan bisa juga keras seperi es batu. Air bisa bening atau keruh. Ia bisa menyatu dengan cairan yang lain tapi memisahkan diri dengan minyak. Ia mudah menyesuaikan diri dengan wadah dimana ia berada. Ia tidak melakukan perlawanan. Tapi jangan dikira ia lemah. Ia sanggup menghanyutkan kayu atau membawa onggokan sampah ke hilir. Jika perlu, ia bahkan bisa menghanyutkan rumah atau menenggelamkan sebuah pulau sekalipun.

Air juga sangat tekun. Dengan perlahan tapi pasti, tetesannya yang kecil akan mampu melubangi batu pualam yang keras.

Air adalah sumber keberuntungan. Ketika bertemu api, ia memadamkan dan mendinginkan panasnya. Ketika bertemu angin, ia menyejukkan dan menahan lajunya. Ketika bertemu tanah, ia menyuburkan dan membasahi yang kerontang. Ketika bertemu makhluk hidup, ia menghidupkan dan menyegarkan mereka.

Umpama pasukan perang, air tidak mengalahkan, tapi juga tidak mengalah. Mungkin mirip dengan falsafah Jawa “digdaya tanpo aji, nglurug tanpo bolo, menang tanpo ngasoraske” yang berarti “sakti tanpa ilmu kesaktian, datang tanpa pasukan, menang tanpa mengalahkan.”

Umpama pendekar kung fu, ia mirip jurus Tai Chi. Keperkasaannya melawan musuh bukan ditentukan oleh otot-otot yang tegang atau kekakuannya, melainkan oleh kelenturan gerakan tangan, kaki dan seluruh tubuhnya. Ia menundukkan kekerasan dengan kelembutan. Ia mengikuti dan menyesuaikan diri dengan gerakan lawan. Sang pendekar bergerak dengan gemulai, seolah tak bertenaga, tapi sangat dahsyat tenaganya. Ia mampu mengatasi kekuatan satu ton hanya dengan beberapa ratus kilo tenaga saja. Itulah kekuatan kelenturan yang seimbang.

Oleh sebab itu, maka belajarlah dari kelenturan air. Lentur yang seimbang. Lentur yang penuh ketegasan. Maka hidup Anda akan selalu dipenuhi dengan kesuksesan dan keberuntungan. Wish You Always Luck. (SA). Diambil dari kiriman email tapi kurang tahu sumbernya siapa..Semoga bermanfaat.

[+/-] Selengkapnya...

Sunday, September 09, 2007

Untuk dipahami...

BELAJAR DARI SEEKOR KELEDAI

Suatu hari keledai milik seorang petani bernama pak Robert, jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, semetara pak Roberts bingung memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur. Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi,ia menangis penuh ketakutan.

Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, pak Roberts melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Bagaimana tidak, walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu Sementara tetangga2 pak Roberts terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga Mengguncangkan badannya dan terus melangkah naik. Setelah seluruh tanah yang dimasukan dalam sumur mencapai permukaan. Segera saja, si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !
Ya cerita diatas hanyalah perumpamaan, sebagaimana kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah,dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan. Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah !
Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik !!!

Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :

>> 1. Bebaskan dirimu dari kebencian

>> 2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan

>> 3. Hiduplah sederhana

>> 4. Berilah lebih banyak

>> 5. Berharaplah lebih sedikit

>> 6. Tersenyumlah

>> 7. Miliki teman seperti aku :)

Seseorang telah mengirimkan hal ini untuk kupikirkan, maka aku meneruskannya kepadamu dengan maksud yang sama. RENUNGKANLAH !!!!

Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk,
inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini !

[+/-] Selengkapnya...

Sunday, October 22, 2006

Bila Al Quran bisa bicara !!!

Bila AlQur'an bisa bicara

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana
menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam
kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.

Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku
engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....

Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau
nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha
Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...

Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku
(Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat - ayatku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan
ayatku....

Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu

Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah

Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.

Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan
diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat
melaluinya.

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.

Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
Di kuburmu nanti....
Aku akan datang sebagai pembela dirimu
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam
akhirat
Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu

Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui

Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu


Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana
menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam
kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.

Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku
engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....

Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau
nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha
Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...

Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku
(Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat - ayatku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan
ayatku....

Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu

Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah

Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.

Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan
diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat
melaluinya.

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.

Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
Di kuburmu nanti....
Aku akan datang sebagai pembela dirimu
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam
akhirat
Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu

Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui

Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu...

[+/-] Selengkapnya...


Free Blogspot Templates by Isnaini Dot Com. Supported by Muscle Car Photos. Powered by Blogger